Sabtu, 21 Juli 2012



Jakarta Peringatan Presiden SBY agar menteri yang sibuk mengurus parpol mundur sia-sia saja. Karena para menteri tersebut tidak akan mundur dengan sukarela.

"Itu kan menjadi domainnya presiden ya itu menjadi hak prerogatif presiden untuk memilih dan mengganti menterinya. Kalau mengharapkan menteri yang bersangkutan mundur tidak akan terjadi, dan partai memang tidak merasa perlu merespon dan ini memang sangat top down," kata pengamat politik LIPI, Siti Zuhro, kepada detikcom, Sabtu (21/7/2012).

Meskipun peringatan SBY kali ini cukup keras, namun para menteri dan parpol koalisi bisa saja berkilah. Dan kalau kemudian pemerintahan berjalan tidak efektif sampai tahun 2014 maka Presiden SBY yang dirugikan.

"Kalau menurut saya memang Pak SBY tidak akan memecat cuma memperingatkan saja. Cuma memperingatkan agar kinerja kementerian maksimal. Ini perignatan cukup keras, karena kalau orang Jawa kan biasanya nelan saja. Seperti ini yang tidak diuntungkan sebenarnya Pak SBY sendiri karena dia yang harus mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan kabinetnya kepada publik dan ini yang berat," nilainya.

Karena itu dia menyarankan Presiden SBY lebih tegas lagi ke depan. Tak perlu sekedar mengingatkan, tapi langsung dilakukan reshuffle apabila ada menteri yang kinerjanya tidak maksimal.

"Menurut saya tidak cukup aplikatif hanya peringatan seperti ini. Kalau saya menilai lebih baik condong kepada eksekusi. Karena peringatan bisa lisan bisa administratif tapi puncaknya harus eksekusi. Kalau hanya diminta nyatanya menteri PKS juga sampai saat ini masih di koalisi," pungkasnya

Dinamika politik setelah Ramadan ini dipastikan akan meningkat seiring persiapan parpol menghadapi Pemilu dan Pilpres 2014. Bila ada menteri yang merupakan kader parpol merasa tidak sanggup membagi energinya dengan tugas pemerintahan, Presiden SBY mempersilakan untuk mengundurkan diri secara baik-baik dari KIB II.

"Bagi saudara yang memang tidak bisa membagi waktu dan harus menyukseskan tugas politik parpolnya, saya persilahkan baik-baik untuk mengundurkan diri," ujar SBY dalam pengantar pembukaan rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

0 komentar:

Posting Komentar